Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Sebelum Kehilangan

Gambar
Bagaimana kabarmu, Rindu? Apa kabar mimpi-mimpi yang pernah kita lukis dahulu? Akankah masih basah tinta itu atau sudah mengering? Maafkan aku atas rentetan pertanyaan tak mendasar itu. Aku hanya ingin tahu, cukup ingin tahu saja bagaimana harimu tanpa kehadiran diriku. Sungguh, semalam bola-bola mataku tak ingin mengunci dirinya dalam buaian selimut kelopak mata. Betapa keras pun kucoba, ia hanya bergeming dalam kesepian tak terkira. Otakku kembali memutar-mutar rekaman kebersamaan kita –di waktu itu, sebelum aku memutuskan untuk menjauh darimu –perlahan-lahan. Memainkan permainan bodoh yang aku sebut: petak umpet. Kukira kelak kau akan mencari aku dimanapun ku berada, bahkan di ujung dunia sekalipun! Namun bodohnya aku, mengabaikan kekerasan hatimu yang (mungkin) kini telah terbiasa tanpaku. Sungguh kebodohan yang tidak termaafkan! Aku kalah, kalah, bahkan sebelum permainan itu dimulai. Tanpa kusadari rupanya duri permainan ini mengoyak hatiku terlebih dulu. Permainan ...

Sajak Nestapa

Gambar
doc: google.com Mama, biarkan aku berjalan menyusuri tiap-tiap lorong kehidupan. Meskipun tak jarang duri-duri menyambut, kerikil-kerikil tajam dan bebatuan koral menghalang langkahku. Mama, biarkan duri itu menggores kaki kecilku. Menusuk dan mengoyak nadiku, hingga merah membalut seluruh asaku, aku takkan menangis, Mama. Sudah kuhabiskan tangisku dulu, ketika ku masih di pangkuanmu. Mama, biarkan kubalut luka sendiri. Dengan air mata dan penderitaan tak bertepi. Meski ku tahu, semua itupun tak cukup obati luka jiwa. Hingga akhirnya, Mama, jika ujung dunia telah ku jumpai. Dan kaki tak mampu melangkah lagi, maka, tak ada tempat berlabuh kecuali pada engkau, Mama. Karena apabila separuh jiwaku telah memanggil, maka tak ada pilihan lain kecuali, kembali. Oleh: Lailatus Syarifah, Pengagum Diam Sumber:  HMI Komisariat Saintek

Pemuda di Ujung Senja

Gambar
ilustrasi:google Hujan deras mengguyur desa petang ini. Kian lama kian deras hingga memaksaku untuk mengintip sungai di belakang rumah. Rupanya ketinggian air sudah mencapai tinggi tanggul. Sekejap kemudian terdengar gelegar petir bersamaan dengan suara dentuman dahsyat yang memekakkan telinga. Spontan saja, segera ku hadapkan muka ke sumber suara. Rupanya tanggul tak lagi kuat membendung luapan sungai. Dalam seketika, konstruksi berbahan dasar batu, pasir, semen dan kawan-kawannya itu luluh lantak oleh sekali gebrakan. Tanggul yang dulunya menjadi kebanggaan warga, kini sudah tak lagi berwibawa, yang ada hanyalah malapetaka. Lupakan soal tanggul itu, dengan posisi yang serba terjepit, waktu sempit, segera kuambil barang-barang prioritas yang bisa kuselamatkan. Kemudian aku lari pontang-panting menjauhi amukan aliran sungai yang kian menjadi itu. Hingga malam menjelang, banjir tak segera surut, bahkan tingginya kini mencapai atap rumah warga. Tak lama kemudian datanglah t...

(Tak) Rela

Gambar
Aku dan perasaanku Aku tak ingin ini terjadi, namun Keadaan memaksaku Menjadi seperti ini Bukan egoku terlalu tinggi hingga ku tak mau berjuang bersamamu lagi Tapi karena cintaku sudah terlalu dalam pada himpunan ini Dan akar cintaku bermula dari dirimu Dan sungguh aku tak rela meninggalkan Tapi, bukanlah cinta jika tak mau merelakan Justru, cinta yang sesungguhnya adalah rela Rela melepaskan meski hati tersayat Rela mengorbankan diri, meskipun harus jadi tumbal Biarlah jasadku tak lagi bersamamu, kamu-ku Tapi, ruhku takkan hilang menghantuimu Kita harus sama-sama menerima Bahwa ini tak mudah bagi kita Mungkin saat ini kita akan sama-sama menangis, menahan perih yang tak terperi Namun pada saatnya kita akan tertawa bahagia Ternyata keputusan yang kita ambil tak seburuk yang dikira Karena pelangi akan muncul setelah hujan turun Ternyata, luka yang dulu menyayat, merobek kenangan kita Akan jadi kekuatan tak terkira Karena tak selamanya lu...

Lelaki Tua dan Kematian

Gambar
google.com Oleh: Lailatus Syarifah Mahasiswi Pendidikan Matematika dan Calon Kru Magang LPM Frekuensi angkatan 201 8 Angin semu berembus lembut dari utara ke selatan, pagi ini. Menerbangkan dedaunan kering yang terserak tak karuan di jalanan. Sementara di ujung jalan, seorang gadis muda; berambut hitam pekat terurai panjang, sorot matanya berbinar, dan berbulu mata lentik namuntampak layu. Pandangan matanya kosong, usikan angin dan kicauan burung tak berhasil mengubah pendiriannya. Tubuhnya membeku dihunjam waktu. Namun, siapa sangka di balik tubuh dinginnya, tersimpan letupan-letupan pertanyaan yang mampu membungkam tiap orang yang mendengarnya. Dilema telah menghanyutkan nuraninya. Di satu sisi, menurut perasaannya sebagai perempuan, ia menolak keputusannya untuk mengakhiri ikatan kasih itu. Namun, di lain sisi, Sang Penali Kasih tengah mendera hatinya tak ada ampun, dengan bermacam siksaan yang sanggup menggugurkan daun muda dari tangkainya. “Apa yang kau sesalkan dari ...

Mengenal Batik Rifaiyah: Membatik Sambil Berdakwah

Gambar
ilustrasi/google.com Namanya Batik Rifaiyah, harta terpendam asal kabupaten Batang. Batik yang berasal dari Desa Kalipucang, Kecamatan Batang ini dipopulerkan oleh KH. Ahmad Rifai. Oleh karena itu dinamakan Batik Rifaiyah untuk menghormati sang pembuat. Meski namanya terkesan islami, namun batik tersebut   memiliki corak yang umum seperti batik lainnya. Sebutannya yang tidak njawani seringkali dipandang sebelah mata. Padahal di balik motifnya tersimpan sejarah panjang dan nilai spiritualitas yang tinggi. Batik yang memiliki ciri khas dengan bentuk flora ini sangat terpengaruh kuat oleh ajaran KH. Ahmad Rifai. Salah satu ajarannya adalah melarang penggambaran makhluk hidup selain tumbuh-tumbuhan (flora). Kalaupun ada motif berbentuk hewan, maka pelukisan pada batik tidaklah digambarkan secara utuh, melainkan dengan terpotong-potong sehingga terkesan lebih mirip bentuk flora. Batik ini pun sudah dikembangkan ragam dan bentuknya. Hingga kini kira-kira terdapat 24 motif. D...

Merekontruksi Paradigma Kedudukan Perempuan pada Masa Arab Jahiliyyah

Gambar
ilustrasi/google.com Resensi Buku Judul Asli                    : Umm an-Nabiy alaihi ash-Shalatu wa as-Salam Penulis                         : Dr. Aisyah Abdurrahman binti Syathi’ Penerbit                       : Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut Judul Terjemahan      : Sayidah Aminah Ibunda Nabi Muhammad saw. Penerjemah                 :   Abdul Majid Choirony Penerbit                       : PT. Lentera Basritama Cetakan        ...