Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gagasan

Bercocok Tanam: Usir Kejenuhan Selama Pandemi

Gambar
Artikel doc:google.com/ Oleh: Lailatus Syarifah Mahasiswi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Masa pandemi COVID-19 memaksa setiap orang tinggal di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Kondisi ini mengakibatkan seseorang menjadi tidak produktif, bahkan cenderung melakukan pemborosan, baik itu mahasiswa, anak-anak, maupun orang tua. Berdiam diri di rumah saja pun sering kali menyebabkan kebosanan bahkan stress berkepanjangan sebab kegiatan yang dilakukan terlalu monoton. Sehingga untuk memutus mata rantai kebosanan, setiap orang berusaha untuk melakukan sesuatu hal yang unik, bahkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga, salah satunya adalah dengan bercocok tanam. Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), siswa sering diberatkan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Hal tersebut membuat siswa menyebut-nyebut guru sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas tugas-tugas tersebut. Meskipun sebenarnya guru pun tidak sepenuhnya salah, se...

Menjadi Guru di Rumah

Gambar
  by:irsad_design Oleh: Lailatus Syarifah Mahasiswa Pendidikan Matematika  Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Sejatinya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Kedekatan secara fisik dan emosional menjadi salah satu penyebab orang tua menjadi panutan utama bagi anak-anaknya. Pertemuan intensif yang sering mereka jalani sejatinya merupakan jalan dalam membangun komunikasi efektif. Sehingga keberadaan orang tua pun dianggap strategis dan sangat berpengaruh bagi tumbuh dan berkembangnya anak-anak. Peran orang tua dalam masa pandemi covid-19 untuk menjadi pendamping sekaligus pembimbing dalam kegiatan pembelajaran secara daring atau melalui sosial media sangat besar dampaknya untuk mendukung anak tetap belajar di rumah. Hal ini juga menjadi tantangan sendiri bagi orang tua di rumah karena orang tua membutuhkan pengetahuan dan cara yang tepat untuk menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran. Orang tua harus sigap dan tahu apa saja yang dib...

Menolak Mewah, Mengedepankan Iffah

Gambar
Baladena.ID Bukan suatu hal yang mudah menjadi seorang guru. Seorang guru harus siap siaga dalam keadaan apapun. Guru harus mempersiapkan dirinya secara fisik, mental, material, maupun spiritual. Guru dituntut untuk selalu sehat, karena ilmu yang dimilikinya sangat dibutuhkan oleh para murid. Jika guru sakit, maka kemungkinan besar guru tidak akan mengajar, sehingga akibatnya akan terjadi ketimpangan dalam proses transfer ilmu, sebab ketiadaan salah satu unsur, yaitu guru sebagai muara ilmu pengetahuan. Sehat tidak selalu berpatok pada fisik. Kesehatan mental atau kejiwaan pun menempati posisi yang penting. Selain mempersiapkan materi pembelajaran bagi muridnya, kondisi mental gurupun harus diperhatikan. Sebab kesehatan mental merupakan kondisi yang terjadi sebagai hasil dari mental yang terorganisasikan secara benar sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi kejiwaan yang stabil dan tenang akan membawa dampak positif terhadap proses pembelajaran. Guru deng...